Thursday, September 21, 2017

Cerita Sex Dokter Seksi Yang Cabul

Cerita Sex Dokter Seksi Yang Cabul

Cerita SexMenunggu bukanlah  hal yang mebosankan. Contohnya Dhani ini, setelah kurang lebih menunggu dokter selama 1 jam lebih untuk melakukan Medical Check up, pada akhirnya rasa jenuhnya terobati karena pada akhirnya dia mendapatkan kenikmatan sex dari dokter cantik dan haus sex. Ingin Tahu kelanjutanya para pembaca ??? langsung saja simak cerita dibawah ini !!!
Sebelum bercerita aku akan memberikan sedikit gambaran tentang saya. Aku seorang Pria yang berusia 20 tahun dan berstatus single. Namaku Dhani (nama samaran), tinggi badan 175 cm,berat badan 70 kg,kulit putih, wajah polos tapi ganteng,hhe. Itu kata dokter bohay kesayanganku yang akan aku ceritakan di cerita sex ini loh para pembaca.
Aku sudah beberapa kali melakukan medical check up, bahkan 3 tahun berturut turut aku melakuakn hal itu untuk keperluan melamar kerja. Nah pada medical check up yang ke tiga ini, adalah medical check up yang paling mebahagiakan untukku. Pada sore itu aku pergi kesebuah tempat untuk melakuakan medical check up.

Pada 2 hari sebelumnya aku sudah melakukan tahap pertama, seperti tes urine, tes darah, dan tes kotoran(pup). Disore itu aku melakukan medical check up untuk tahap terakhir, yaitu tes untuk mengetahui apakah aku punya penyakiut dalam atau tidak. Sore sesampainya di tempat medical check up antrianya sungguh luar biasa panjangnya.

Untung saja saat itu adalah antrian medical check up tahap pertama, amanlah jadinya. Sesampainya disana akupun bertanya kepada ketempat loket pedaftaran dan aku menunjukan surat untuk melakukan medical check up tahap terakhir. Kata pihak loket dokteryang melakuakn medical check up tahap terakhir itu datangnya setengah jam lagi.

Karena seperti itu keadaanya akupun akhirnya terpaksa harus menunggu di kursi yang diperuntukan para calon pasien untuk menunggu. Sebenarnya aku tipe orang yang tidak suka menunggu sih, namun bagaimana lagi karena memang aku butuh hasil test itu. Agar aku tidak bosan akupun bermain game di hp androidku.

Lumayanlah untuk pengilang rasa bosan. Saat itu dengan asiknya aku bermain game dikursi tunggu Saking asiknya tidak terasa sudah 40 menit aku menunggu dokter itu datang. Batre hpku yang lupaaku charge saat itu sudah lowbath saja karena aku gunakan untuk bermain game. Saat itu sudah setengah jam lebih dokter belum kunjung tiba.

Aku yang mulai merasa bosan karena sudah lama menunggu dan tidak ada hiburan lagi karena hp-ku lowbath akhirnya aku bertanya kepada pihak loket pendaftaran lagi,
“ Permisi Mbak, dokternya sudah datang belum mbak ??? kata mbak dokter akan datang setengah jam lagi, ” tanyaku dengan muka yag sedikit kesal.

“ Maaf mas, dokternya belum datang mungkin ini saya hubungi juga nggak membalas Mas, mungki dia kena macet kali mas, mohon sabar ya Mas, ” jawab mbak-mbak loket.

“ Iyadeh Mbak, huhhhh.., ” ucapku dengan muka kesal.

Tuh dokter niat praktek nggak sih, masak jam segini belum datang juga, ucapku menggerutu sembari menuju ke kursi tunggu. Dengan rasa hati yang udah kesal, aku terpaksa harus menunggu lagi. Aku menunggu dikursi itu dengan melihat lihat sekeliling klinik itu. Menit demi menit aku lalui dengan penuh kebosanan.

Tidak terasa aku sudah menunggu tepat selama 1 jam namun dokter tak kunjung tiba. Saat itu aku semakin kesal saja. Dalam hati aku menggerutu, kalau 15 menit lagi nggak dateng gue pulang deh, terserah mau dapet hasil testnya apa nggak. Didalam kebosananku saat itu tiba-tiba saja ada hal menarik lewat dididepan mataku.

Lewatlah seorang wanita yang cantik,putih,berdada montok, dan berpantat semok. Wow… gila tuh tante-tante hot banget,ucapku dalam hati.  Hilang begitu saja rasa bosanku ketika melihat dia. Jika aku perkirakan umurnya kisaran 35 tahunan. Sungguh hot banget para pembaca, wanita seusia dia tubuh dan kulitnya masih kencang sekali.

Andai saja dia dokternya, mau nunggu setahun juga aku betah, wkwkwk… khayalku. Sepanjang dia berjalan u perhatikan dia dari tempat duduku, benar-benar kencang dan semok pantat tante itu. Namun sayangnya aku hanya bisa meliht dia beberapa detik saja, ahhhh. Kembalilah rasa bosan aku rasakan.

Saat menunggu dokter itu aku sampai menguap dan mengantuk. Namun sekitar 5 menit setelah lewatnya tante semok itu akhirnya pihak loketpun memberitahukan aku agar segera masuk keruang praktek dokter. Untuk ruangan medical check up tahap pertama dan terakhir kebetulan berbeda dokter dan ruangan.

Saat itu aku diantarkan salah satu karyawan klinik itu menuju keruangan dokter,
“ Ini Mas ruangannya silahkan masuk, ” kata karyawan klinik.

“ Oh iya mbak, ” jawabku lalu aku lekas masuk keruangan itu.

Aku bukalah pintu ruangan dokter itu kemudian aku masuk,
“ Selamat sore Mas, ” suara lembut dokter wanita menyapa aku ketika aku membuka pintu ruang periksa.

Seketika itu akupun menoleh ke arah suara yang lembut dan menyejukkan hati. Ketika aku melihat kearah dokter itu, tidak aku sangka ternyata dokter yang akan memeriksa aku adalah tante cantik yang tadi aku lihat. Wah, kalau jodoh emang nggak kemana,hha. Aku yang tadinya sudah bermalas-malasan akhirnya bersemangat kembali.

Teryata khayalanku tadi menjadi kenyataan. Saat itu aku sempat terpana melihat kecantikan dan kemolekan tubuh dokter itu, hingga pada akhirnya lamunanku terbuyarkan oleh sapaan dokter cantik itu,

“ Loh kog berdiri disitu sih Mas, mari mas silahkan berbaring dikasur itu, ” ucapnya dengan lembut dan tersenyum manis.

“ Oh iya Bu dokter, maaf saya tadi melamun, ” jawabku lalu aku segera berbaring dikasur praktek Bu dokter itu.

Bu dokter cantik segera menyusulku kekasur prakteknya,
“ Jadi ini mecical check up tahap terakhir ya Mas, Oh iya mas tolong dibuka kaosnya Mas, ” ucapnya.

Aku yang disuruh seperti itupun segera menurut. Aku segera melepas kaosku lalu aku letakan disamping badanku,

“ Apakah Mas pernah menderita penyakit berat ? contihnya seperti Tipes,Liver, ataupun oenyakit dalam  yang lainnya?, ” tanyanya padaku.

Saat itu aku hanya menggeleng saja,
“ Okey, coba Mas tarik nafas lalu hembuskan secara perlahan yah, dan lakukan berulang-ulang ya sampai saya bilang berhenti” ucap dokter cantik itu dengan menempelkan stetoskopnya didadaku.

Saat stetoskopnya yang dingin itu menyentuh dadaku, seketika itu juga aliran darahku mengalir kencang dan detak jantungku berdetak dengan kencangnya. Tak hanya itu, parahnya saat itu batang penisku mulai menegang,

“ Aduh gimana nih, kalau sampai ketahuan Bu Dokter mau bisa gawat nih, ” kataku dalem hati.

Saat itu akupun merasa gugup karena penisku berdiri dan kelihatn menonjol dibalik celanaku.  Sialnya saat itu Bu Dokter cantik memeriksa dari dada turun keperut dengan stetoskopnya. Semakin khawatirlah aku saat itu. Aku sempat menahan n nafsu agar penisku tidak menegang, namun apa yang terjadi saat itu, semakin aku tahan semakin menonjol saja penisku.Cerita Porno

Gawat nih, ucapku dalam hati. Apalagi ketika bu dokter memeriksa perutku, aku melihat belahan paudaranya yang putih dan mulus dari leher  kaosnya yang sedikit terbuka, maakin menjadi jadi saja nafsuku saat itu. Penisku semakin tegang bahkan secara spontan penisku berkedut-kedut dari dalam celana,

“ Loh Mas, kog kemaluan mas tegang yah, mas nafsu yah melihat saya, ” ucapnya tanpa rasa sungkan sedikitpun.

Matilah aku, ketahuan deh kalau penisku ereksi. Seketika mukaku memerah dan rasanya aku malu sekali,

“ Kamu pasti nafsukan melihat saya Mas, dasar anak muda nggak bisa lihat yang bening-bening,hha, ” ucapnya lagi meledekku,

Aku hanya terdiam dengan mukaku yang memerah karena malu,
“ Yaudah sekarang kamu lepas celana jeans sekalian celana dalam kamu, saya mau memeriksa apakah kamu punya penyakit hernia atau tidak, ” ucapnya.

Karena itu perintah dokter dengan terpaksa akupun membukanya. Jadi saat itu posisiku telanjang bulat,

“ Coba yah saya periksa dulu yah, ” ucapnya sembari memegang penisku.
Saat itu dokter cantik membelai buah zakar hingga kepala penisku secara terus menerus,

“ Gimana rasanya diginikan Mas, enak apa sakit Mas ???, ” tanyanya sembari terus membelai penisku.

“ Enak Bu dokter, ” ucapku polos dengan wajah memerah karena malu.

“ Oh enak, berarti kamu tidak punya penyakit Hernia ini. Ngomong-ngomong penis kamu bagus juga yah Mas, udah gede, panjang, melengkung keatas lagi, ” ucapnya.

Awalnya penisku hanya dibelai, namun lama-kelamaan tangan Bu Dokter cantik itu mulai menggenggam dan mengocok penisku secara perlahan dengan tangan lembutnya itu,

“ Ssssssssshhhh… Eughhhhh…, ” secara spontan aku mendesah.

“ Enak ya Mas diginikan, ” ucapnya dengan terus mengocok penisku.

“ Iya Bu, Oughhhh…, ” jawabku.

Wah ini dokter mau memeriksa apa mau ngajak aku ML yah, kog medical check up begini amat caranya,

“ Ngomong-ngomong kamu udah pernah ML apa belum sama cewek, ??, ” ucapnya mulai keluar jalur.

Aku yang merasa nikmat hanya menggelengkan kepalaku saja. Aku memang belum pernah sekalipun diperlakukan oleh wanita seperti ini. Jangankan dikocok pacaran aja belum pernah,hha,

“ Ouh belum pernah, masih perjaka yah kamu, ” ucapnya.

“ Iya Dok,Sssssssshhhh… Aghhhh…, ” ucapku lalu mendesah.

Tanpa banyak bicara lagi tiba-tiba saja dokter cantik itu mulai mengkulum penisku. Mulutnya yang sexy itu mengkulum penisku dengan lembut namun nikmat,

“ Ssssshhh… kog aku diginikan Dok, Ssssshhh… Ahhhhh.., ” tanyaku sembari menikmati kuluman maut bo dokter cantik.

Dokter cantikpun tidak menghiraukan lagi kata-kataku, dia secara terus menerus mengeluar masukan penisku dari mulutnya dengan lincahnya. Baru sekali ini aku merasakan di sepong sama wanita, ternyata rasanya sungguh luar biasa. Dihisapnya penisku dengan penuh nafsu secara terus menerus,

“ Dok, Ssssshhhh… Ahhhh… Ughhhh, ” desahku.

Sekitar 10 menit penisku dikulum tiba-tiba saja kurasakan ada sesuatu yang mendesak dari dalam penisku. Penisku berdenyut-denyit dengan kencangnya dan,

“ Crutttttttttt…Crutttttttttt…Crutttttt, ”

Keluarlah spermaku didalam mulut Bu Dokter cantik itu. Spermaku saat itu ditelan habis oleh Dokter cantik itu dengan lahapnya. Rasanya ngilu dan geli sekali yah jika sudah ngecrot tapi penis masih dikulum. Setelah spermaku ditelan habis dia berkata,

“ Dasar perjaka payah Yah kamu, masak baru di oral aja kamu udah keluar sih,hha.., ” ucapnya puas sembari meledekku.

“ Hihihi, Maaf Dok, jujur saya melakukan hal seperti ini baru sama Bu Dokter, ” ucapku polos dengan wajah memerah.

“ Iya saya tau, kelihatan kog kalau kamu masih perjaka,hhe.., ” ucapnya.

Aku kira saat itu sudah selesai medical check upnya setelah aku sudah megeluarkan air maniku. Dokter cantik lagi-lagi membuatku bergairah. Dia melepas satu persatu pakainya hingga telanjang bulat. Pakaianya dibiarkan tergeletak dilantai begitu saja,

“ Loh kog Bu Dokter telanjang, kan yang medical check up saya BU ???, ” tanyaku dengan wajah keheranan.

“ Udah kamu nurut aja yah sama saya, kamu bakal dapet medical check up paling nikmat sedunia deh hari ini, ” katanya.

Setelah telanjang diapun naik keatas kasur dan tanpa berbicara dia menindihku dan menciumiku. Wah ini udah nggak bener nih, ini buka n medical chec up namanya, tapi medical ngentot, ucapku dalam hati. Bu Dokterpun menciumiku secara brutal saat itu, dia mencium dan menjilati bibir,leher, bahkan daun telingakupun dijilatinya,

“ Bu, Ouhhhhh… geli Buk, Eughhh…, ” ucapku kegelian.

Tanpa menjawab dia terus menjilat dan menciumi leher,bibir, dan telingku secacara bergantian. Aku yang tidak mempunyai pengalaman  dalam sex saat itu aku hanya diam dan menikmatinya saja. Memang sex situ sungguh nikmat sekali para pembaca. Beberapa menit dia melakukan itu padaku agar aku terangsang lagi.

Usahanya memang tidak sia-sia, penisku yang tadinya sudah loyo, pada akhirnya berdiri lagi. Karena penisku berdiri lagi, secara otomatis peniskupun meyodok-nyodok bagian luar vagina Bu Dokter cantik. Bu Dokter cantikpun mengetahui  penisku yang sudah ereksi lagi. Mengetahui itu diapun segera menghentikan jilatan dan ciumanya,
“ Wah penis kamu udah berdiri lagi yah, sekarang kamu akan merasakan hal terindah dalam hidupmu, ” ucapnya.

Setelah berkata seperti itu Bu Dokter cantikpun segera merubah posisinya. Dia yang tadinya menindih tubuhku, saat itu dia merubah posisinya dengan jongok diatas penisku. Dengan cepatnya dia meraih penisku lalu dia gesek-gesekan pada bibir vaginanya,

“ Ssssssssshhhhh… Oughhhhh…Mas, Eughhhh…, ” desah Bu Dokter cantik.

Dia mendesah sembari terus mengesekan penisku pada bibir vaginanya,
“ Geli Bu, Oughhhhh… Ssssshhh… Ahhhh… Oughhhh.., ” desahku.

Penisku secara terus menerus digesekan pada vaginanya. Kurang lebih selama 5 menit dia gesek vaginaya dengan penisku, lama kelamaan vaginaya mengeluarkan cairan putih yang membuat vagina Bu dokter cantik basah. Apa itu yah yang dinamakan lendir kawin wanita, batinku. Setelah basah Bu Dokterpun segera memasukan penisku kedalam liang vaginanya,

“ Blesssssssssssssssssssssssssssss…. Ahhhhhhhhhh, ” desah Bu Dokter sembari mendongakan kepalanya keatas.

“ Bu, Ouhhhhhh… enak Bu, Aghhhhhhhhhhhhhhh.., ” ucapku nikmat.

Setelah penisku masuk didalam vaginanya Bu Dokter langsung saja mengoyangkan pinggulnya. Vaginanya yang lembut dan terasa rapat itu mulai memanjakan penisku. Bergoyanglah dia seperti menunggang kuda saja. Dia bergerak naik turun, bergoyang memutar, dan maju mundur dengan lincahnya.

Pingulnya meliak liuk dengan payudaranya yang nergerak naik turun seiring dia mencabuliku. Aku yang merasakan nikmat saat itu hanya bisa mendesah saja. Tubuhku rasanya seperti tersetum listrik teganagan tinggi. Baru kali ini aku merasakan yang namanya making love, rasanya geli,ngilu namun nikmatnya sungguh luar biasa. Bu Dokter tanpa henti terus beraksi diatas penisku. Dinding Rahimnya yang terasa lembut dan hangat membuat penisku semakin tegng saja. Rasanya saat itu penisku seperti diremas-remas oleh vagina Bu Dokter.

Pantatatnya yang kenyal itu menempel dengan pahaku seiring dia bergoyang diatas tubuhku. Wajah Bu Dokter ketika ML denganku memerah. Tidak kusangka perjakaku hilang dengan seorang Dokter cantik yang semok dan haus sex itu. Walaupun perjakaku hilang namun aku tidak merasa menyesal sedikitpun.

Aku dan Bu Dokterterus mendesah nikmat dengan sesekali tubuh kami mengejang. Perbuatan mesum kami saat itu tidak terlalu lama karena aku sudah tidak tahan lagi menahan spermaku. Kira-kira sekitar 15 menit penisku digoyang oleh memek hot Bu Dokter pada akhirnya penisku kembali mengeluarkan lahar panasnya,

“ Crottttttttttttttttttt…. Crottttttttttttttttttt…. Crottttttttttttttttttt…. Crottttttttttttttttttt…., ”
“Aghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh… keluar lagi Bu Spermaku… Oughhhhh…, ” desahku panjang.

“ Aku juga keluar Mas… Ahhhhhhhhhhhhhhhhh, ” desah Bu Dokter menyusul.

Akhirnya kami mendapatkan klimaks yang hampir bersamaan. Karena saat itu ada 2 orang yang masih mengantri untuk medical chek up tahap terakhir, maka Bu Dokterpun segera melepaskan penisku dari dalam Vaginanya. Setelah dicabut sperma yang tadi keluar di dalam vaginanya kembali keluar dari liang vaginanya.

Aku dan Bu Dokter segera membersihkan alat kelamin kami dnegan menggunakan handuk yang diberikan oleh Dokter cantik itu. Setelah bersih kami segera mengenakan pakain kami kembali seperti semula,

“ Kapan-kapan kamu medical chek up lagi yah kesini Mas, nih kartu nama saya, nanti telefon saya yah,hhe, ” ucapnya genit padaku.

“ Iya Bu Dokter cantik, ” ucapku singkat.

“ Yasudah nanti biaya check up biar saya yang bayar yah, dan hasil check up kamu biar saya antarkan juga nanti kerumah kamu yah, jangan lupa nanti kamu smskan alamat rumah kamu, ” ucapnya.

“ Iya Bu, ” jawabku singkat.

Akupun saat itu segera meninggalkan ruang praktek medical mesum itu dengan wajah yang riang. Singkat cerita kira-kira jam 9 malam ternyata hasil check upku diantarkan oleh Dokter cantik itu. Karena sudah malam Bu Dokter cantik setelah mengantarkan hasil check upku dia langsung pulang dengan menggunakan mobil pajero-nya.

Semenjak kejadian itu aku sering diajak keluar oleh bu Dokter cantik untuk sekedar makan dan memuaskan nafsu birahinya. Hubungan itu bertahan sampai 2 tahun saja karena dia harus pindah kerja. Seperti itulah cerita skandal sexs-ku dengan Bu Dokter cantik Di klinik saat aku Medical Check Up. Selesai.Cerita Panas
Read more

Sunday, September 17, 2017

Cerita Dewasa Ngentot Dengan Sekretaris Kantor

Cerita Dewasa Ngentot Dengan Sekretaris Kantor

Cerita DewasaCerita ini bermula ketika aku ingin menemui klien ditemani dengan sekertarisku yang cantik dan seksi. bagaimana cerita ini bermula ? mari kita simak saja...

Siang hari saudah waktunya makan siang kami mencari café yg letaknya dekat dgn kantorku , waktu itu aku ditemani oleh pak Hari, dan sekretarisku namanya Dina, hari hari sebelumnya aku sering makan berdua dgn Dina tapi kali ini karena pak Hari ingin membicakan sesuatu akan proyeknya maka dari itu kami makan bertiga.

Aku dan Pak Hari berbincang-bincang mengenai proyek implementasi software dan juga tambahan hardware yg diperlukan. Memang perusahaanku sedang ingin mengganti sistem yg lama, yg sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan perusahaan yg terus berkembang. Sedangkan Dina sibuk mencatat pembicaraan kita berdua.

Sedang asyik-asyiknya menyantap steak yg kupesan, tiba-tiba HPku berbunyi. Kulihat caller idnya.. Dari Dina.

“Hallo Pak Radit. Kapan nih kesini lagi” suara merdu terdengar diseberang sana.

“Oh iya. Nanti sebentar lagi saya ke sana. Saya sedang makan siang nih. Bapak tunggu sebentar ya” jawabku.

“He.. He.. Sedang nggak bisa ngomong ya Pak” Dina menggoda.

“Betul Pak.. OK sampai ketemu sebentar lagi ya” kataku sambil menutup pembicaraan.

“Dari klien” kataku.

Aku sangat hati-hati tidak mau affairku dgn Dina tercium oleh mereka. Hal ini mengingat Pak Arif, suami Dina, adalah manajer keuangan di kantorku. Kebetulan Pak Arif ini sedang aku kirim training ke Singapore, sehingga aku bisa leluasa menikmati istrinya.

Seusai menikmati makan siang, aku berkata pada Dina bahwa aku akan langsung menuju tempat klienku. Seperti biasa, aku minta supaya aku tidak diganggu kecuali kalau ada emergency. Kamipun berpisah..

Mereka kembali ke lantai atas untuk bekerja, sedangkan aku langsung menuju tempat parkir untuk berangkat mengerjai istri orang he.. He..

Setelah kesal karena terjebak macet, sampai jugalah aku di rumah Dina. Hari sudah menjelang sore. Baygkan saja, sudah beberapa jam aku di jalan tadi. Segera kuparkirkan Mercy silver metalik kesayaangganku, dan memencet bel rumahnya. Dina sendiri yg membukakan pintu. Dia tersenyum gembira melihat kedatanganku.

“Aih.. Pak Radit kok lama sih” katanya.

“Iya.. Tadi macet total tuh.. Rumah kamu sih jauh.. Mungkin di peta juga nggak ada” candaku.

“Bisa aja Pak Radit..” jawab Dina sambil tertawa kecil.

Dia tampak cantik dgn baju “you can see” nya yg memperlihatkan lengannya yg mulus. Buah dadanya tampak semakin padat dibalik bajunya. Mungkin karena sudah beberapa hari ini aku remas dan hisap sementara suaminya aku “asingkan” di negeri tetangga.

Kamipun masuk ke dalam rumah dan aku langsung duduk di sofa ruang keluarganya. Dina menyuguhkan orange juice untuk menghilangkan dahagaku. Nikmat sekali meminum orange juice itu setelah lelah terjebak macet tadi.

Dahagakupun langsung hilang, tetapi setelah melihat Dina yg cantik, dahagaku yg lainpun muncul. Aku masih bernafsu melihat Dina, meskipun telah lima hari berturut-turut aku setubuhi dia.

Kucium bibirnya sambil tanganku mengelus-elus pundaknya. Ketika aku akan membuka bajunya, dia menahanku.

“Pak.. Dina ada hadiah nih untuk bapak”

“Apaan nih?” jawabku senang.

“Ini ada teman Dina yg mau kenal sama bapak. Orangnya cantik banget.”

Lalu dia bercerita kalau dia berkenalan dgn seorang wanita, Nella, saat dia sedang berolahraga di gym. Setelah mulai akrab, merekapun bercerita mengenai kehidupan seks mereka. Singkat cerita, Nella menawarkan untuk berpesta seks sambil bertukar pasangan di rumah mereka.

“Dia ingin coba ini bapak. Katanya belum pernah lihat yg sebesar punya Pak Radit” kata Dina sambil meraba-raba kemaluanku.

“Saya sih OK saja” jawabku riang.

“Oh ya.. Nanti pura-pura saja Pak Radit suamiku” kata Dina sambil pamit untuk menelpon kenalan barunya itu.

Aku dan Dina kemudian meluncur menuju rumah Nella di kawasan Kemang. Untung jalanan Jakarta sudah agak lengang.

Tak lama kamipun sampai di rumahnya yg luas. Seorang satpam tampak membukakan pintu garasi.  Dinapun menjelaskan kalau kami sudah ada janji dgn majikannya. Nella menyambut kami dgn ramah.

“Ini perkenalkan suami saya”

Seorang laki-laki paruh baya dgn kepala agak botak memperkenalkan diri. Namanya Heri, seorang pengusaha properti yg sukses. Dinapun memperkenalkan diriku pada mereka.

Aku kagum pada rumah mereka yg sangat luas. dgn perabot-perabot yg mahal, juga koleksi lukisan-lukisan pelukis terkenal yg tergantung di dinding. Baygkan saja betapa kayanya mereka, karena orang sekelas aku saja kagum melihat rumahnya yg sangat wah itu.

Tetapi aku lebih kagum melihat Nella. Wanita ini memang cantik sekali. Terutama kulitnya yg putih dan mulus sekali. Ibaratnya kalau dihinggapi nyamuk, si nyamuk akan jatuh tergelincir.

Disamping itu bodynya tampak seksi sekali dgn buah dada yg besar dan bentuk tubuh yg padat. Sekilas mengingatkan aku pada bintang film panas di jaman tahun 80-an.. Entah siapa namanya itu.

Merekapun menyuguhkan makan malam. Kamipun bercerita basa-basi ngalor ngidul sambil menikmati hidangan yg disediakan. Ditengah makan malam itu, Dina pamit untuk ke toilet. dgn matanya dia mengajakku untuk mengikuti dia.

“Pak, habis ini pulang aja yuk” kata Dina berbisik perlahan setelah keluar dari ruang makan.

“Kenapa?” tanyaku.

“Habisnya Dina nggak nafsu lihat Pak Heri itu. Sudah tua, botak, perutnya buncit lagi”.

Aku tertawa geli dalam hati. Tetapi aku tentu saja tidak menyetujui permintaan Dina. Aku sudah ingin menikmati istri Pak Heri yg cantik sekali seperti boneka itu. Kupaksa saja Dina untuk kembali ke ruang makan.

Setelah makan, kamipun ke ruang keluarga sambil nonton video porno untuk membangkitkan gairah kami. Tak lama, seorang gadis pembantu kecil datang untuk menyuguhkan buah-buahan.

Tetapi mungkin karena kaget melihat adegan di layar TV home theater itu, tanpa sengaja dia menjatuhkan gelas kristal sehingga pecah berkeping-keping. Kulihat tampak Nella melotot memarahi pembantunya itu, sedangkan si pembantu kecil itu tampak ketakutan sambil meminta maaf berkali-kali.

Adegan di TV tampak semakin hot saja. Tampak Pak Heri mulai mengeraygi tubuh Dina di sofa seberang. Sedangkan Dina tampak ogah-ogahan melayaninya.

“Sebentar Pak.. Dina mau lihat filmnya dulu”Cerita Panas

Aku tersenyum mendengar alasan Dina ini. Sementara itu Nella minta ijin ke dapur sebentar. Akupun mencoba menikmati adegan di layar TV.

Meskipun sebenarnya aku tidak perlu lihat yg seperti ini, mengingat tubuh Nella sudah sangat mengundang gairahku. Tak lama akupun merasa ingin buang air kecil, sehingga akupun pamitan ke belakang.

Setelah dari toilet, aku berjalan melintasi dapur untuk kembali ke ruang keluarga. Kulihat di dalam, Nella sedang berkacak pinggang memarahi gadis kecil pembantunya tadi.

“Ampun non.. Sri nggak sengaja” si gadis kecil memohon belas kasihan pada majikannya, Nella yg cantik itu.

“Nggak sengaja nggak sengaja. Enak saja kamu bicara ya. Itu gelas harganya lebih dari setahun gaji kamu tahu!!” bentak Nella.

“Gajimu aku potong. Biar tau rasa kamu..”

Si gadis kecil itu terdiam sambil terisak-isak. Sementara wajah Nella menampakkan kepuasan setelah mendamprat pembantunya habis-habisan. Mungkin betul kata orang, kalau wanita kurang dapat menyalurkan hasrat seksualnya, cenderung menjadi pemarah.

Melihat adegan itu, aku kasihan juga melihat si gadis pembantu itu. Tetapi entah mengapa justru hasrat birahiku semakin timbul melihat Nella yg sepertinya lemah lembut dapat bersikap galak seperti itu.

“Dasar bedinde.. Verveillen!!” Nella masih terus berkacak pinggang memaki-maki pembantunya.

dgn tubuh yg putih bersih dan tinggi, kontras sekali melihat Nella berdiri di depan pembantunya yg kecil dan hitam.

“Ampun non.. Nggak akan lagi non..”

“Oh Pak Radit..” kata Nella ketika sadar aku berada di pintu dapur. Diturunkannya tangan dari pinggangnya dan beranjak ke arahku.

“Sedang sibuk ya?” godaku.

“Iya nih sedang kasih pelajaran ik punya pembantu” jawabnya sambil tersenyum manis.

“Yuk kita kembali” lanjutnya.

Kamipun kembali ke ruang keluarga. Kulihat Dina masih menonton adegan di layar sementara Pak Heri mengelus-elus pahanya. Aku dan Nellapun langsung berciuman begitu duduk di sofa. Aku melakukan “french kiss” dan Nellapun menyambut penuh gairah.

Kutelusuri lehernya yg jenjang sambil tanganku meremas buah dadanya yg membusung padat. Nellapun melenguh kenikmatan. Tangannya meremas-remas kemaluanku. Dia kemudian jongkok di depanku yg masih duduk di sofa, sambil membuka celanaku.

Celana dalamku dielusnya perlahan sambil menatapku menggoda. Kemudian disibakkannya celana dalamku ke samping sehingga kemaluankupun mencuat keluar.

“Oh..my god.. Bener kata Dina.. Very big.. I like it..” katanya sambil menjilat kepala kemaluanku.

Kemudian dibukanya celana dalamku, sehingga kemaluankupun bebas tanpa ada penghalang sedikitpun di depan wajahnya.

Dielus-elusnya seluruh kemaluan termasuk buah zakarku dgn tangannya yg halus. Tingkah lakunya seperti anak kecil yg baru mendapat mainan baru.

Kemaluankupun mulai dihisap mulut Nella dgn rakus. Sambil mengulum dan menjilati kemaluanku, Nella mengerang,emmhh.. emhh, seperti seseorang yg sedang memakan sesuatu yg sangat nikmat. Kuelus-elus rambutnya yg hitam dan diikat ke belakang itu.

Sambil menikmati permainan oral Nella, kulihat suaminya sedang mendapat handjob dari Dina. Tampak Dina mengocok kemaluan Pak Heri dgn cepat, dan tak lama terdengar erangan nikmat Pak Heri saat dia mencapai orgasmenya. Dinapun kemudian meninggalkan Pak Heri, mungkin dia pergi ke toilet untuk membersihkan tangannya.

Sementara itu Nella masih dgn bernafsu menikmati kemaluanku yg besar. Memang kalau kubandingkan dgn kemaluan suaminya, ukurannya jauh berbeda. Apalagi setelah dia mengalami orgasme, tampak kemaluan Pak Heri sangat kecil dan tertutup oleh lemak perutnya yg buncit itu. Tak heran bila istrinya sangat menikmati kemaluanku.

Tak lama Dinapun kembali muncul di ruang itu, dan menghampiriku. Nella masih berjongkok di depanku sambil mempermainkan lidahnya di batang kemaluanku. Dina duduk di sampingku dan mulai menciumiku. Dibukanya bajuku dan puting dadakupun dihisapnya.

Nikmat sekali rasanya dihisap oleh dua wanita cantik istri orang ini. Seorang di atas yg lainnya di bawah. Sementara Pak Heri tampak menikmati pemandangan ini sambil berusaha membangkitkan kembali senjatanya yg sudah loyo.

Kuangkat baju Dina dan juga BHnya, sehingga buah dadanya menantang di depan wajahku. Langsung kuhisap dan kujilati putingnya. Sementara tanganku yg satu meremas buah dadanya yg lain. Sementara Nella masih mengulum dan menjilati kemaluanku.

Setelah puas bermain dgn kemaluanku, Nella kemudian berdiri. Dia kemudian melepaskan pakaiannya hingga hanya kalung berDinan dan hak tingginya saja yg masih melekat di tubuhnya. Buah dadanya besar dan padat menjulang, dgn puting yg kecil berwarna merah muda.

Aku terkagum dibuatnya, sehingga kuhentikan kegiatanku menghisapi buah dada Dina. Nella kemudian menghampiriku dan kamipun berciuman kembali dgn bergairah.

“Ayo isap susu ik ” pintanya sambil menyorongkan buah dada sebelah kanannya ke mulutku. Tak perlu dikomando lagi langsung kuterkam buah dadanya yg kenyal itu. Kuremas, kuhisap dan kujilati sepuasnya. Nellapun mengerang kenikmatan.

Setelah itu, dia kembali berdiri dan kemudian berbalik membelakangiku. Diapun jongkok sambil mengarahkan kemaluanku ke dalam vaginanya yg berambut tipis itu.

Kamipun bersetubuh dgn tubuhnya duduk di atas kemaluanku menghadap suaminya yg masih berusaha membangunkan perkakasnya kembali. Kutarik tubuhnya agak kebelakang sehingga aku dapat menciumi kembali bibirnya dan wajahnya yg cantik itu.

“Eh.. Eh.. Eh..” dengus Nella setiap kali aku menyodokkan kemaluanku ke dalam vaginanya. Aku terus menyetubuhinya sambil meremas-remas buah dadanya dan sesekali menjilati dan menciumi pundaknya yg mulus.

Sementara itu Dina bersimpuh di ujung sofa sambil meraba-raba buah zakarku, sementara aku sedang menyetubuhi Nella. Terkadang dikeluarkannya kemaluanku dari vagina Nella untuk kemudian dikulumnya. Setelah itu Dina memasukkan kembali kemaluanku ke dalam Dinang surga Nella.

Setelah beberapa menit, aku berdiri dan kuminta Nella untuk menungging di sofa. Aku ingin menggenjot dia dari belakang. Kusetubuhi dia “doggy-style” sampai kalung berDinan dan buah dadanya yg besar bergoyg-goyg menggemaskan.

Kadang kukeluarkan kemaluanku dan kusodorkan ke mulut Dina yg dgn lahap menjilati dan mengulumnya. Benar-benar nikmat rasanya menyetubuhi dua wanita cantik ini.

“Ahh.. Yes.. Yes.. Aha.. Aha.. That’s right.. Aha.. Aha..” begitu erangan Nella menahan rasa nikmat yg menjalari tubuhnya. Hal itu menambah suasana erotis di ruangan itu.

Sementara Pak Heri rupanya telah berhasil membangunkan senjatanya. Dihampirinya Dina dan ditariknya menuju sofa yg lain di ruangan itu. Dinapun mau tak mau mengikuti kemauannya. Memang sudah perjanjian bahwa aku bisa menikmati istrinya sedangkan Pak Heri bisa menikmati “istriku”.

Sementara itu, aku masih menggenjot Nella secara doggy-style. Sesekali kuremas buah dadanya yg berayun-ayun akibat dorongan tubuhku. Kulihat Pak Heri tampak bernafsu sekali menyetubuhi Dina dgn gaya missionary.

Tak beberapa lama kudengar erangan Pak Heri. Rupanya dia sudah mencapai orgasme yg kedua kalinya.

Dinapun tampak kembali pergi meninggalkan ruangan. Sementara aku masih menyetubuhi Nella dari belakang sambil berkacak pinggang. Setelah itu kubalikkan badannya dan kusetubuhi dia lagi, kali ini dari depan. Sesekali kuciumi wajah dan buah dadanya, sambil terus kugenjot vaginanya yg sempit itu.

“Ohh.. Aha.. Aha.. Ohh god.. I love your big cock..” Nella terus meracau kenikmatan.

Tak lamapun tubuhnya mengejang dan dia menjerit melepaskan segala beban birahinya. Akupun sudah hampir orgasme. Aku berdiri di depannya dan kusuruh dia menghisap kemaluanku kembali.

Sementara, aku lirik ke arah Pak Heri, dia sedang memperhatikan istrinya mengulumi kemaluanku. Kuremas rambut Nella dgn tangan kiriku, dan aku berkacak pinggang dgn tangan kananku.

Tak lama akupun menyemburkan cairan ejakulasiku ke mulut Nella. Diapun menelan spermaku itu, walaupun sebagian menetes mengenai kalung berDinannya. Diapun menjilati bersih kemaluanku.

“Thanks Radit.. I really enjoyed it” katanya sambil membersihkan bekas spermaku di dadanya.

“No problem Nella.. I enjoyed it too.. Very much” balasku.

Setelah itu, kamipun kembali mengobrol beberapa saat sambil menikmati desert yg disediakan. Kamipun berjanji untuk melakukannya lagi dalam waktu dekat.

Dalam perjalanan pulang, Dina tampak kesal. Dia diam saja di dalam mobil. Akupun tidak begitu menghiraukannya karena aku sangat puas dgn pengalamanku tadi. Akupun bersenandung kecil mengikuti alunan suara Al Jarreau di tape mobilku.

“We’re in this love together..”

“Kenapa sih sayaangg?” tanyaku ketika kami telah sampai di depan rumahnya.

“Pokoknya Dina nggak mau lagi deh” katanya.

“Habis Dina nggak suka sama Pak Heri. Udah gitu mainnya cepet banget. Dina nanggung nih.”

Akupun tertawa geli mendengarnya.

“Kok ketawa sih Pak Radit.. Ayo.. Tolongin Dina dong.. Dina belum puas.. Tadi Dina horny banget lihat bapak sama Nella make love” rengeknya.

“Wah sudah malam nih.. Besok aja ya.. Lagian saya ada janji sama orang”.

“Ah.. Pak Radit jahat..” kata Dina merengut manja.

“Besok khan masih ada sayaangg” hiburku.

“Tapi janji besok datang ya..” rengeknya lagi saat keluar dari mobilku.

“OK so pasti deh.. Bye”

Sebenarnya aku tidak ada janji dgn siapa-siapa lagi malam itu. Hanya saja aku segan memakai Dina setelah dia disetubuhi Pak Heri tadi. Setidak-tidaknya dia harus bersih-bersih dulu.. He.. He.. Mungkin besok pagi saja aku akan menikmatinya kembali, karena Pak Arif toh masih beberapa hari lagi di luar negeri.

Kukebut mobilku mengarungi jalan tol di dalam kota. Semoga saja aku masih dapat melihat film bagus taygan HBO di TV nanti. Cerita Sex
Read more

Saturday, September 16, 2017

Cerita Dewasa Keponakanku Yang Mungil

Cerita Dewasa Keponakanku Yang Mungil

Cerita DewasaAku аdаlаh ѕеоrаng karyawan sebuah dealer mobil di daerah Malang, kеjаdiаn ini tеjаdi 1 tаhun lаlu, аnаk раmаnku уаng nаmаnуа Wiji di ѕеkоlаhkаn kе Malang dаri Surabaya, ѕааt itu uѕiаnуа bаru 16 tаhun, wаlаuрun dеngаn uѕiаnуа ѕеgitu diа tеrlihаt dеwаѕа, tinggi ѕеkitаr 167 сm, dеngаn rаmbut раnjаng hаmрir ѕеbаhu, ku tеbаk ukurаnnуа 34B, kulitnуа рutih lаngѕаt dаn hidungnуа mаnсung

Wiji tinggаl di rumаhku ѕааt bеrѕеkоlаh di Malang, ѕеtiар hаri kitа ѕеring bеrtеmu mаkin hаri mаkin lаmа mаkin аkrаb dеngаnnуа, kаdаng bilа аdа wаktu luаng аku jеmрut diа diѕеkоlаh dеngаn mоbilku, kаdаng kitа jalan-jalan ke Mall, dаn kаdаng jugа bеrеkrеаѕi, ѕеmuа itu hаnуа ingin bеrdеkаtаn dеngаnnуа.

Mеlihаt kеindаhаn tubuhnуа, аku mеrаѕаkаn hаl уаng bеrbеdа, раdаhаl diа ѕерuрuku ѕеndiri, аku ѕеbiѕа mungkin untuk mеnаhаn untuk mеlаkukаn уаng mеnjuruѕ kераdаnуа, ѕuаtu hаri hujаn dеrаѕ ѕеkаli, tinggаllаh аku dаn Wiji ѕеndiri dirumаh karena kеduа оrаngtuаku masih sibuk dеngаn biѕniѕnуа di kantor. Saat aku sedang bersantai sambil nonton TV. Tibа-tibа kudеngаr bеl рintu bеrbunуi. Siара уаng dаtаng hujаn-hujаn bеgini?, рikirku dаlаm hаti. Sеgеrа ѕаjа kubukа рintu dаn tаmраk di dераn рintu раgаr rumаhku аdа ѕеоrаng gаdiѕ bеrѕеrаgаm SMU уаng kеhujаnаn. Tеrnуаtа gаdiѕ itu аdаlаh Wiji.

“Kеhujаnаn уа Ji?”
Diа mеngаngguk.
“Kеnара nggа mintа di jеmрut?”
“Tаnggung Mas, Wiji udаh di реrjаlаnаn раѕ hujаn tаdi.”
“Yа ѕudаh kаmu mаndi аir раnаѕ ѕаnа, biаr nggаk dеmаm nаnti.” Diа рun mеnurut.

Sааt itu аku bаru mеnуаdаri di dераnku аdа реmаndаngаn уаng ѕаngаt indаh. Tubuh Wiji уаng ѕаngаt indаh tеrlihаt jеlаѕ di bаlik ѕеrаgаm ѕеkоlаhnуа уаng bаѕаh kuуuр. Sааt itu, Wiji mеngеnаkаn Brа hitаm уаng ѕаngаt ѕеkѕi. Mеlihаt реmаndаngаn ѕереrti itu, реniѕku lаngѕung mеnеgаng. Tibа-tibа munсul kеinginаn kuаt untuk mеnсiсiрi tubuh Wiji, ѕерuрuku ѕеndiri. Aku lаngѕung mеlераѕkаn ѕеmuа раkаiаnku, ѕuрауа lеbih gаmраng mеlаkѕаnаkаn niаt jаhаtku. Kutunggu diа di dераn kаmаr mаndi.

Sеlаng bеbеrара lаmа, рintu kаmаr mаndi tеrbukа dаn munсul Wiji dеngаn hаnуа mеngеnаkаn hаnduk untuk mеnutuрi tubuhnуа. Diа tаmраk kаgеt ѕеtеngаh mаti mеlihаtku dаlаm kеаdааn bugil.

“Mas..”
Bеlum ѕеmраt iа mеlаnjutkаn kаtа-kаtаnуа, kutеrkаm tubuhnуа. Kudеkар еrаt dаn kutаrik hаnduk уаng mеlilit di tubuhnуа dеngаn сераt, ѕеhinggа iа lаngѕung tеlаnjаng bulаt ѕаmа ѕереrtiku. Ku ѕеrеt diа kе dаlаm kаmаrku. Diа mеnсоbа mеmbеrоntаk tарi ѕiа-ѕiа. Tеnаgаku jеlаѕ lеbih kuаt dаrinуа.

“Mas, ара-арааn ini? Lераѕkаn!” Aku tidаk реduli dеngаn tеriаkаnnуа.
Sеѕаmраinуа di kаmаr, kuhеmраѕkаn tubuhnуа kе rаnjаng. Kutindih tubuhnуа, kuсiumi lеhеrnуа уаng рutih muluѕ.
“Mas, ѕudаh Mas, сukuр!” Ingаt аku ѕаudаrаmu..
“Diаm kаmu!”
“Mas Rama gila уаh”.. ѕаdаr Mas..

Tеriаkаn dаn rоntааnnуа mаlаh mеmbuаtku ѕеmаkin tеrаngѕаng. Kulumаt bibirnуа уаng mеrаh dаn tiрiѕ mеnggiurkаn itu. Mmmhh.. mmррff.. Iа ѕереrti ingin mеnguсарkаn ѕеѕuаtu tарi tеrtаhаn оlеh bibirku. Sеmеntаrа tаngаn kiriku mеrеmаѕ dаdаnуа уаng рutih dаn mоntоk. Bеgitu kеnуаl dаn hаluѕ. Kumаinkаn рutingnуа уаng bеrwаrnа рink itu. Iа mаѕih bеlum mеnуеrаh untuk bеrоntаk. Tеtарi, ѕеmаkin iа bеrоntаk, ѕеmаkin аku bеrnаfѕu untuk mеmреrkоѕаnуа.

Ciumаnku turun kе dаdаnуа. Kulumаt рuting ѕuѕunуа dеngаn rаkuѕ. Kаdаng kugigit-gigit. Wiji mеnggеlinjаng kеgеliаn.

“Mas.. ѕѕhh.. сukuрhh.. udаh dоng.. “ѕѕhh Ujаrnуа ѕеtеngаh mеndеѕаh.

Aku mаlаh ѕеmаkin gеnсаr mеlаnсаrkаn ѕеrаngаnku. Kаli ini jеmаriku kuаrаhkаn kе vаginаnуа. Kumаѕukkаn jаri tеngаhku kе dаlаmnуа. Tеrnуаtа Wiji ѕudаh tidаk реrаwаn.

“Oоо, kаmu ѕudаh реrnаh tоh.. gimаnа rаѕаnуа, еnаk kаn?” Sudаhlаh, nggаk uѕаh mаlu-mаlu nikmаti аjа..

Mеndеngаr kаtа-kаtаku, Wаjаh Wiji mеrаh раdаm mеnаhаn mаlu.

“Tidаk! Wiji nggаk mаu..” Mulutnуа mеnоlаk, tеtарi kurаѕаkаn vаginаnуа ѕеmаkin bаѕаh kаrеnа jаriku bеrgеrаk kеluаr mаѕuk.Cerita Bokep

Cerita Bokeb – Keponakanku yang Mungil dan Montok –  Pаntаtnуа рun bеrgеrаk-gеrаk mеrеѕроn gеrаkаn jаriku. Kuреrmаinkаn klitоriѕnуа dеngаn jаriku. Diа tеrѕеntаk kаgеt. Aаhh.. jаngаn.. mmhh. Ciumаnku рindаh lаgi kе bibirnуа. Kumаinkаn lidаhku. Sеlаmа bеbеrара dеtik tidаk аdа rеѕроn. Tеtарi bеbеrара ѕааt kеmudiаn lidаhnуа mеmbаlаѕ lidаhku. Diа jugа ѕudаh tаmраk mulаi раѕrаh, tidаk lаgi mеnсоbа bеrоntаk ѕереrti tаdi. Kulераѕkаn сiumаnku dаri bibirnуа. Kujilаti dаri wаjаhnуа kе lеhеr, turun kе dаdа, реrut dаn аkhirnуа ѕаmраi раdа lubаng kеnikmаtаn. Kujilаt-jilаt bibir vаginаnуа ѕеmеntаrа jаriku mаѕih bеrgеrаk kеluаr-mаѕuk vаginаnуа.

“Oооhh.. udаhh.. gеli..” Tаngаnnуа mеnсоbа mеndоrоng kераlаku. Tарi kutерiѕkаn dеngаn tаngаnku уаng ѕаtu lаgi.

Kutеruѕkаn реrmаinаn lidаhku di vаginаnуа. Kаli ini kugеlitik klitоriѕnуа.
“Uuhh.. ѕѕhh.. jаngааnnhh.. ѕѕhh.'”

Vаginаnуа ѕеmаkin bаѕаh. Kuрikir, inilаh ѕааtnуа. Aku ѕеgеrа bаngkit dаn mеngаrаhkаn реniѕku уаng ѕudаh раdа kеtеgаngаn mаkѕimаl. Wiji ѕереrtinуа tаhu ара tindаkаnku ѕеlаnjutnуа. Diа mеnсоbа mеndоrоngku, tарi kuреgаngi kеduа tаngаnnуа. Kubukа lеbаr kеduа раhаnуа dеngаn раhаku. Kumаjukаn рinggulku dаn, blеѕѕ! Dеngаn ѕеkаli tеkаn, аmblаѕlаh реniѕku kе dаlаm vаginаnуа.

“Jаngаn Mas..” ооhh tеriаknуа bеruѕаhа mеnсеgаhku.

Tеtарi ѕudаh tеrlаmbаt. Aku tidаk mеmbuаng wаktu. Lаngѕung kukосоkkаn реniѕku, ѕеmаkin lаmа ѕеmаkin сераt. Vаginа Wiji mаѕih ѕаngаt ѕеmрit. Mungkin kаrеnа bеlum tеrlаlu ѕеring ditеrоbоѕ. Kurаѕаkаn vаginаnуа bеrdеnуut-dеnуut. Nikmаt ѕеkаli. Wiji рun ѕереrtinуа ѕudаh lеlаh untuk mеlаwаn. Iа mаlаh tеrlihаt ѕереrti ѕеdаng mеnikmаti ѕеtiар ѕоdоkаn уаng kulаkukаn. Sѕѕhh.. mmhh.. uuhh.. bеgitu ѕаjа уаng kеluаr dаri mulutnуа. Wаjаhnуа mеrаh, еntаh mеrаh kаrеnа mаlu, аtаu kаrеnа nаfѕu. Bibirnуа уаng ѕеkѕi tеrbukа, mеmbuаtku ingin mеlumаtnуа. Lаngѕung ѕаjа kuсium bibirnуа. Kаli ini, Wiji lаngѕung mеmbаlаѕ сiumаnku. Lidаh kаmi ѕаling mеmbеlit ѕаtu ѕаmа lаin.

Tаngаnku tidаk tinggаl diаm. Kurеmаѕ lеmbut рауudаrаnуа уаng indаh. Kаdаng kuреlintir рutingnуа уаng ѕudаh mеnеgаng.

“Oоhh.. ѕѕhh.. uuhh” dеѕаhаnnуа ѕеmаkin kеrаѕ.
“Gimаnа, еnаk kаn?” tаnуаku.

Wаjаhnуа ѕеmаkin mеrаh mеndеngаr реrtаnуааnku. Diа hаnуа tеrdiаm. Kuhеntikаn ѕоdоkаnku. Tеrnуаtа раntаtnуа mаѕih tеruѕ bеrgоуаng-gоуаng. Kuѕеntаkkаn рinggulku ѕесаrа tibа-tibа.
Kuреrсераt gеrаkаnku ѕаmраi раdа bаtаѕ mаkѕimаl kеmаmрuаnku.

“Aааhh.. Kаk Arifff.. uuhh.. ѕѕhh..”
“Kеnара ѕауаng? kаmu mеnikmаtinуа?”
“Iуаhh.. ооhh.. ееnnааkkhh.. ѕѕhh.. ааhh…”
Tаk tеrаѕа 15 mеnit ѕudаh kаmi bеrрасu dаlаm nаfѕu.
“Mas.. ѕѕhh.. Wiji.. mаuhh.. kkеlluаrrhh.. ооhh..”
“Tаhаn dulu ѕауаng.. hh.. “ѕеbеntаr lаgi..

“Nggаk biѕааhh.. Wiji kkеllluuааrr.. ааkkhh..” Bаdаnnуа mеngеjаng tаk kаruаn diiringi tеriаkаn kеnikmаtаn уаng mеmbаhаnа.

Sеmеntаrа kесераtаnku ѕаmа ѕеkаli tidаk kukurаngi. Tаngаn kiriku mеnggеlitik klitоriѕnуа, tаngаn kаnаnku mеrеmаѕ dаn mеmаinkаn рауudаrа kirinуа, ѕеdаngkаn bibirku mеnghiѕар рuting ѕuѕu ѕеbеlаh kаnаn. Sеmuа kulаkukаn untuk mеnаmbаh nikmаtnуа ѕеnѕаѕi оrgаѕmе.

“Sаbаr уа ѕауаng aku bеlum kеluаr.” biѕikku mеѕrа di tеlingаnуа.

Kuсаbut реniѕku dаri vаginаnуа untuk mеmbеrinуа kеѕеmраtаn bеriѕtirаhаt. Kujilаti lеhеrnуа ѕаmраi kе bеlаkаng tеlingа. Kugеlitik klitоriѕnуа dеngаn jеmаriku. Tаk lаmа kеmudiаn, vаginаnуа kеmbаli bаѕаh.
“Kаmu mаu lаgi ѕауаng?.”
Wiji mеngаngguk реlаn.
Kаli ini diа lеbih аgrеѕif. Diа lаngѕung mеmеgаng реniѕku dа mеrеmаѕnуа.
Punуа Mas Rama bеѕаr dаn раnjаng уаh.. ѕаmраi mеntоk.

Aku hаnуа tеrѕеnуum bаnggа jugа аdа уаng mеmuji ѕеnjаtаku, wаlаuрun bukаn уаng реrtаmа kаli реniѕku diаkui kеhеbаtаnnуа.

Keponakanku yang Mungil dan Montok – Wiji mеnеruѕkаn аkѕinуа. Diа tidаk lаgi mеrеmаѕ, mеlаinkаn mеnjilаti реniѕku dаri ujung ѕаmраi kе buаh zаkаr. Nikmаt ѕеkаli rаѕаnуа. Tаk lаmа kеmudiаn, diа mеngulun реniѕku. Kulumаnnуа ѕаngаt nikmаt. Lеmbut, tарi ѕаngаt tеrаѕа. Aku hаnуа biѕа mеmеjаmkаn mаtа dаn mеnikmаti ѕеtiарhiѕараn уаng dilаkukаnnуа раdаku. Sааt kubukа mаtа, Wiji ѕudаh duduk di аtаѕ реniѕku. Diа lаlu mеngаrаhkаn реniѕku kе lubаng vаginаnуа. Dаn.. ѕlеbbbb.. tеrtеlаn ѕudаh bаtаng реniѕku оlеh vаginаnуа. Wiji bеrgоуаng diаtаѕku ѕереrti оrаng mеnunggаng kudа.

Tеrkаdаng, iа mеmutаr рinggulnуа, реrѕiѕ ѕереrti gоуаng Inul. Kurеmаѕ-rеmаѕ рауudаrаnуа уаng mеnggаntung ѕеkѕi di dераnku. Kаdаng kuhiѕар dаn kujilаti рutingnуа.

“Oоhh.. ѕѕhh.. gеli.. mmhh..” Wiji mеrintih-rintih di аtаѕku.
Sеlаng 10 mеnit kеmudiаn, Wiji оrgаѕmе untuk уаng kеduа kаlinуа. Diа lаngѕung аmbruk di dаdаku. Kubаlikkаn tubuhnуа Kutuѕuk dаri bеlаkаng Kugеrаkkаn рinggulku ѕесераt mungkin.

Wiji hаnуа mаmрu mеrintih dаn mеndеѕаh. 5 mеnit kеmudiаn, аkumеrаѕа аdа ѕеѕuаtu уаng hеndаk kеluаr dаri ѕеnjаtаku.

“Ji.. аku.. mаuhh.. kkееllluаrr”.. “Jаngаnhh.. dihh.. dаlаmmhh.. mmhh”

Lаngѕung kuсаbut реniѕku dаn kuаrаhkаn kе wаjаhnуа. Kubiаrkаn diа mеngulum реniѕku. Bеbеrара dеtik kеmudiаn.. сrооtt.. сrооtt.. аku еjаkulаѕi di wаjаhnуа. Sеbаgiаn ѕреrmаku mаѕuk kе mulutnуа, dаn ѕеbаgiаn lаgi mеmbаѕаhi wаjаh, lеhеr dаn dаdаnуа.

Kаmi bеrbаring lеmаѕ dеngаn nаfаѕ tеrѕеngаl. Kаmi bеrbinсаng-binсаng dаn аkhirnуа diа mеnсеritаkаn tеntаng mаntаn расаrnуа уаng mеrеnggut kереrаwаnаnnуа. Mаntаn расаrnуа аdаlаh kаkаk kеlаѕnуа ѕеwаktu di Surabaya. Sеkаrаng, аnаk itu ѕudаh mеninggаl аkibаt оvеrdоѕiѕ nаrkоbа. Wiji рindаh kе Malang untuk bеruѕаhа mеluраkаn реriѕtiwа itu. Iа bеrаlаѕаn kераdа оrаngtuаnуа bаhwа ѕеkоlаh di Malang lеbih bisa fokus. Sеtеlаh сukuр lаmа bеrbinсаng-binсаng, kuаjаk diа mаndi bеrѕаmа.

Nаfѕuku kеmbаli bаngkit ѕааt kаmi ѕаling mеnуаbuni tubuh mаѕing-mаѕing. Sааt itu diа mеnуаbuni реniѕku ѕаmbil mеrеmаѕ-rеmаѕnуа. Lаngѕung kuсium bibirnуа dаn diа mеmbаlаѕ dеngаn tаk kаlаh gаnаѕnуа. Kаmi kеmbаli mеlаkukаnnуа, kаli ini dеngаn роѕiѕi bеrdiri di bаwаh guуurаn ѕhоwеr. Tаk hеnti-hеntinуа kurеmаѕ рауudаrаnуа уаng mоntоk dаn kеnуаl itu. Kаmi mеlаkukаnnуа ѕеlаmа kurаng lеbih 5 mеnit lаlu оrgаѕmе hаmрir bеrbаrеngаn. Cerita Sex
Read more

Friday, September 15, 2017

Cerita Sex Dewasa Ngentot Janda Cantik

Cerita Sex Dewasa Ngentot Janda Cantik

Read more

Cerita Sex Dewasa Bercinta Di Malam Natal

Cerita Sex Dewasa Bercinta Di Malam Natal

Read more

Thursday, September 14, 2017

Cerita Sex Dewasa Ngentot Dengan Sepupu Istriku

Cerita Sex Dewasa Ngentot Dengan Sepupu Istriku

Read more

Tuesday, September 12, 2017

Cerita Sex Ngentot Feby Yang Sedang Masturbasi

Cerita Sex Ngentot Feby Yang Sedang Masturbasi

Cerita SexCerita ini berawal ketika aku mengetahui sebuah rahasia tentang tetanggku yang begitu sex si dan menggoda. Namaku Bambam si anak pungut (cerita pemerkosaan). Nama-ku Bambam, semenjak berumur empat tahun aku diangkat anak oleh keluarga keturunan Chinese karena ibuku yang adalah pembantu keluarga mereka meninggal akibat kebocoran gas, sedangkan ayahku yang tidak bertanggung jawab telah pergi meninggalkannya sejak aku di kandungan ibuku, bahkan melihat wajahnya pun aku tidak pernah.

Keluarga ibuku di kampung terlalu miskin sampai mengurus keluarga mereka pun sulit sehingga keberatan menerimaku. Untunglah keluarga majikan ibuku cukup baik dengan mengangkatku sebagai anaknya, mereka sangat menyayangiku namun semenjak kelahiran anak perempuan mereka perlahan namun pasti perhatian dan kasih sayang mereka kepadaku mulai berkurang, nama anak perempuan mereka Feby, perhatian mereka yang berlebih kepada Feby membuat Feby tumbuh menjadi seorang gadis yang tinggi hati. Cerita dewasa terbaru hanya ada di Sini

Jika ada masalah orang tuaku selalu memenangkan Feby dan menyalahkanku. Oleh karena Orang tua angkatku sibuk berbisnis mereka tidak memperhatikan perkembangan Feby yang semakin hari semakin buruk dan walaupun aku berusia lebih tua dibandingkan usia Feby tetapi Feby tidak memandang sebelah mata kepadaku. Hal ini terus berlanjut sampai Feby berusia 18 tahun dan aku berusia 20 tahunan, Feby duduk di kelas 1 SMA sedangkan aku duduk dikelas 3 SMU.

Feby kini tumbuh menjadi seorang gadis yang benar benar cantik dan bodynya benar benar membuat jantung-ku selalu berdetak dengan kencang. Sedangkan aku sendiri tidak ada bedanya dengan pembantu seperti kedua orang tua kandungku.

Hari itu benar benar cerah dan aku mendengar langkah Feby yang baru pulang sekolah , seperti biasanya Feby melepas sepatunya dengan sembarangan dan juga kaus kakinya dengan sembarangan dilemparkan entah kemana “Heh!!! Bambam beresin tuh , aku mau isitirahat dibelakang jangan berani ganggu!!!” Feby membentakku Aku dengan tenang membereskan sepatu dan kaus kaki Feby , semula jika Feby melakukan hal seperti itu aku selalu kesal namun kini aku tidak merasa kesal lagi kepada Feby, karena aku mengetahui rahasia Feby , bahkan Orang tua Feby tidak mengetahui rahasia ini.

Aku tahu bahwa sebentar lagi Feby akan mempertontonkan sesuatu yang bisa membuatku terhibur dengan perlakuannya yang memang benar benar kasar. Rahasia kecil Feby : gadis itu suka membaca majalah dewasa yang entah didapatkannya dari mana dan hal ini cuma aku saja yang tahu ! tapi ini cuma rahasia kecil masih ada rahasia yang lebih besar. Rahasia ini rahasia istimewa dengan pemeran utama wanitanya Feby , Feby lebih asik dan wah ketimbang pemain Film Blue.

Setelah selesai membereskan sepatu Feby aku cepat cepat menyelinap kebelakang, dan aku segera mengambil tempat biasa dibalik pohon besar yang ada dikebun belakang rumah itu.

Aku menanti dengan sabar dan aku melihat pemeran utama wanita sudah mulai kelihatan, Feby kulihat memeriksa keadaan sekeliling dan aku menggeser posisi-ku sehingga tidak kelihatan oleh Feby, setelah yakin aman kulihat Feby duduk dengan santai dibangku kebun sambil membuka sebuah majalah kesukaannya , sambil duduk Feby semakin mengangkangkan pahanya , hal ini tentu saja membuat mataku melotot melihat isi celana mini feby dan kini Wow Feby membuka kancing bajunya satu persatu sehingga mataku semakin terbuka lebar melihat tingkah laku Feby yang semakin membuatku terangsang , Feby mulai meremas remas buah dadanya sendiri , tiba tiba aku-pun berpikir mungkin hal ini yang membuat buah dada dan body Feby semakin menggiurkan.

Aksi Feby semakin meningkat ia menarik kain segitiganya dan gilanya tangan Feby mulai mengusap ngusap dengan lembut daerah kemaluannya dan aku mendengar Feby mendesah desah dengan hebat “Ahh…hhhhsshh!” Feby mengeliat geliat perlahan dan tubuh Feby tampak mengejang dengan kencang selanjutnya terkulai lemas, aku melihat sesuatu meleleh dari milik Feby. Aku bertanya – tanya kenapa Feby enggak menyuruhku untuk membersihkan cairan putih kental yang pasti terasa enak dimulut-ku, kalau aku disuruh Feby aku pasti bersedia membersihkan daerah vagina Feby dengan lidahku sampai benar benar bersih.

Setelah selesai Feby dengan tenang bangkit dan merapikan pakaiannya, kemudian ia berlalu menuju kamarnya yang terletak dilantai dua. Rahasia Feby yang satu ini yang paling asik dan paling ku sukai, bisa dibilang aku adalah satu – satunya orang yang mengetahui peristiwa hebat yang sudah dilakukan oleh Feby. Terus terang semenjak aku sering mengintip Feby aku sering masturbasi dengan membayangkan sedang melakukan hal – hal yang mengasikkan bersama dengan Feby…duhhhh Febyy!!!!!!Pikiranku selalu ngeres jika mendengar nama itu disebut ! Ahhh.

Hari itu sepertinya hujan akan turun dengan lebat, untungnya aku sudah sampai dirumah terlebih dahulu, mata-ku memandang tidak tenang , bisa – bisa batal dehh pertunjukan hari ini, walaupun batal cuma sehari tapi aku merasa was – was. Hujan mulai turun disertai bunyi petir bersambutan , aku mendengar suara orang berlari – lari “Brengsekkk Bambam!!!” Aku mendengar Feby berteriak memanggil namaku “Ambilinn handuk cepetttttt….!!!!” Feby memerintahkan-ku mengambil air , aku menuruti keinginannya.

Feby tampak cemberut dan seperti biasanya melempar sepatunya dimana – mana “Huuuuhhh hujannn brengsekkkk…. Bambam cepeeett!!! Dasar” Feby dengan kasar merebut handuk yang kuambilkan. Aku melihat Feby tampak tidak tenang menunggu hujan berhenti dan ia sering menengok kebun dibelakang rumah , aku sudah tahu Feby pasti sudah enggak sabar untuk mengeluarkan sesuatu dari dalam isi celana mininya itu. Agak lama juga hujan baru berhenti dan aku melihat wajah Feby tampak senang melihat hujan sudah berhenti “Hehh bambang kamu jangan berani mengganggu-ku, aku mau istirahat dikebun belakang Ngertiiiii!!! Awass kalau kamu menggangu”Feby membentakku.

Aku melihat Feby berlalu kekamarnya dan dengan tergesa gesa aku segera mengambil posisi mengintai karena hujan lebat maka tanah ditempatku mengintai menjadi becek dan licin tentu saja hal ini membuatku semakin berhati – hati, tidak berapa lama aku melihat Feby , dengan santai ini duduk dibangku kebun dan mengeluarkan majalahnya, Aku melihat Feby mulai bergerak dengan erotis sambil meremas – remas buah dadanya sendiri.

Aku sudah tidak sabar ingin melihat yang lebih Syurrr!!!.. tapi entah kenapa kali ini Feby cuma meremas – remas buah dadanya dengan gerakan yang erotis, Aku menunggu cukup lama sambil ngos – ngosan melihat gerakan – gerakan Feby dan akhirnya setelah lama sekali aku menunggu….. Aku melihat Feby mulai membuka bajunya dan celana mininya… Glek aku menelan ludah menyaksikan Pemandangan yang selalu kutunggu – tunggu bila Feby pulang sekolah , Uhh…rupanya Feby sudah siap melakukan sesuatu, Wow…mataku sampai melotot melihat Feby mulai mengelus – ngelus bagian kemaluannya yang masih tertutup kain segitiga berwarna putih dengan lembut disertai erangan erangan yang benar benar membuatku terangsang berat , Feby semakin mengangkang dan tiba – tiba “Pleset… Blukkkk…” Aku terpeleset.
“Aaaawww!!” Feby menjerit karena kaget ia segera merapikan pakaiannya yang terbuka disana – sini. “Bambammmmmmm!!!! Brengsekkk daasarrr anak punguttt!!!”Feby memaki diriku yang tediam dan “Plakkkkk… Plakkkkkkkkk”Feby menamparku sehingga aku terjatuh ditanah yang berlumpur tidak puas sampai disitu Feby meludahi wajahku “Cuhhhhhhh… dasar monyet ngak tau diriii…” kemudian Feby dengan kesal berlalu meninggalkanku.

Perlahan – lahan aku bangkit berdiri dan berjalan menuju kamar mandi, pakaianku kotor oleh Lumpur ,dikamar mandi sambil melamun aku membasuh diriku sampai benar – benar bersih, aku memikirkan kata – kata Feby yang sangat menyakiti hatiku , amarahku membara sepanas lahar gunung berapi, selain itu entah kenapa kemaluanku semakin panjang dan tegang karena selalu mengingat pemandangan yang benar-benar menggairahkan.

Entah apa yang kupikirkan , aku keluar dari kamar mandi dalam keadaan telanjang bulat dan naik kelantai dua menuju kamar Feby. Aku melihat Feby sedang memejamkan matanya sambil bermalas – malasan diatas ranjang, pintu kamar Feby terbuka lebar , dengan perlahan aku mendekati kamar Feby dan dengan hati – hati aku menutup dan mengunci pintu kamar Feby “Klikkk”Suara kunci terdengar dengan cukup jelas, Feby terbangun karena mendengar kunci “Ahh…..” ia terkejut melihatku berdiri dengan telanjang bulat namun itu Cuma sesaat selanjutnya ia marah besar “Hehhh…. Bambamm kamu ngapainnn… keluarr!!!!!! Dasar kacung rendahan!” Feby menghampiriku dan hendak menamparku “Aduh…. Brengsekkkkkk!!!!”Feby meringis ketika aku menangkis tamparannya rupanya ia kesakitan.

Aku tersenyum menangkap tangan Feby yang berusaha menamparku lagi kemudian aku bertarung dengannya , Feby mencakar – cakar sampai tubuhku terluka dimana – mana terutama dibagian pundak dan dadaku namun akhirnya aku menang karena Feby kini berhasil kutaklukkan dan kuikat kedua tangannya pada pinggiran ranjang dengan seutas kain yang kusobek dari kelambu di kamar Feby.

“Bambam lepasinnnnn…kurang ajar Bambam” Feby meronta – ronta “Hehhhh dasar tuliii… denger ngakk!!!!”Feby meronta dengan sekuat tenaga namun aku dengan tenang berlutut dipinggiran ranjang dekat kaki Feby , mataku menjelajahi tubuh Feby tanganku terjulur mengelus kaki Feby “Aduhhh Hehhhh dasar ngak tahu diri… jangan kurang ajar kamu…. Anak pungut!!!!”Feby menendang tanganku dengan kakinya. Biarpun ditendang hal itu tidak membuatku jera aku kembali berusaha menjamah kaki Feby sambil kini membuka celana mini berwarna biru muda yang dipakainya.

Mataku melotot melihat kemulusan paha Feby wahhh!…Feby berusaha menendang lagi kali ini aku menangkap pergelangan kaki kirinyanya, karena kaki kirinya tertangkap Feby menendanggkan kaki kanannya , tapi itu semuanya sia – sia aku dengan mudah menangkap kaki Kanan Feby. Kedua tanganku mengangkangkan Kaki Feby dan mulutku menciumi paha dan kaki Feby yang masih meronta – ronta dan berteriak teriak memaki diriku.

Wangi tubuh Feby semakin membuatku bernafsu, aku kini menerkam tubuh Feby sambil mebukai kancing baju seragamnya satu persatu “Awww!!”Feby menjerit ketika kutindih tubuhnya , Feby meronta – ronta dan berteriak teriak berusaha melakukan perlawanan , aku semakin kuat memeluk pinggang Feby yang ramping sambil membenamkan wajahku pada bagian tengah buah dadanya yang sudah terbuka , nafasku memburu , mengendus ngendus harumnya bagian buah dada Feby , mulutku mulai menciumi kesana kemari. Dengan kasar tanganku menarik kedua cup penutup dada Feby sehingga buah dadanya tersembul dengan bebas “Awww… kuranggg ajar bambammmmmmm.. kamuuuu hehhhh brengsekk Setann”Feby terus meronta – ronta. Mataku sampai berkunang kunang melihat buah dada Feby yang halus , putih dan harum dihadapan wajahku, tanpa buang waktu aku langsung menyantap buah dada Feby bahkan sesekali aku menggigit dengan gemas buah dada Feby yang menjerit kesakitan “Aduhhhhh aww sakit aaakkhh!” Feby menjerit dan memakiku tapi aku tidak peduli aku terus melumat sambil sesekali menggigit puting susu Feby yang berwarna kemerahan, puting susu Feby sudah tegak dan juga bulatan dada Feby sudah semakin kencang tanda kalau Feby mulai terangsang namun Feby masih melakukan perlawanan.Cerita Dewasa

Kepalaku semakin turun dan kini berada di hadapan kemaluan Feby yang masih terbungkus kain segitiga putih. Aku menghirup dalam dalam aroma kain itu yang terasa membangkitkan birahiku, lama sekali aku menghirup hirup wanginya daerah kemaluan Feby yang aromanya lembut , aku mulai bosan dan ingin melihat penghuni kain segitiga Feby dengan sejelas jelasnya maka kedua tanganku berusaha menyentakkan kain itu kebawah

“Ahhh…jangan! Bajingan kau!” Feby semakin kuat meronta ronta. Dalam hati aku kagum juga dengan tenaga Feby, untungnya aku mengikat kedua tangannya. Wow jantungku berdetak dengan kencang melihat permukaan kemaluan Feby yg mulus dengan bulu2 halus yang cukup lebat.

Aku menjilat bibir Vagina Feby , Feby berontak dan terus berontak, aku yang merasa terganggu kini mengikat kedua kaki Feby keatas , aku mengikat kedua kaki Feby pada tangan Feby sehingga kini ia benar – benar merupakan mangsa yang empuk, aku kembali mendekati bagian Vagina Feby tanganku mencengkram pinggulnya dan menjilati vagina Feby dengan kasar.. sambil berkali – kali aku menghisap kuat – kuat lubang vagina Feby semakin kuat aku menghisap semakin kuat Feby mengerang dan “Bammbam Brenggg sekkk…. Lepasiinnnnn… Arhhhhhhhh….”Tubuh Feby tiba tiba bergetar dengan kuat…. “Cret…… Crot….. Crott”Air kental itu keluar dan meleleh dari sela sela Vagina Feby , Feby terkulai lemas, tenaganya juga mulai banyak berkurang, keringat mengucur dengan deras dari tubuhnya. 

Aku menjilati vagina Feby sampai kering dan bersih, setelah itu aku menciumi pangkal paha Feby dan mengelus ngelus paha Feby yang terasa lembut dan mengasikkan. Dalam pikiran-ku mendadak terlintas sesuatu. Aku ingat waktu aku menonton Film Blue aku melihat pemain pria memasukkan penisnya kedalam anus pemain wanita dan akupun berencana melakukan hal itu maka Aku mulai menggunakan telunjukku menekan – nekan anus Feby, Anus Feby mendadak berkerut ketika kusentuh dan hal ini membuatku tersenyum menyaksikan anus Feby yang berkali kali berkerut, aku semakin senang mempermainkan anus Feby dan kini aku menekan kuat kuat jari telunjukku pada tengah tengah anus Feby

“Aoww…. Aduh jangannnn sakit heggghhh”Feby mulai menangis terisak isak , aku terus menekan jari telunjukku kuat – kuat, kini jari telunjukku dengan pasti mulai masuk semakin dalam dan dalam dan Feby semakin terisak-isak. Aku mulai mengeluar masukkan jari telunjukku kedalam anus Feby kini aku memasukkan dua jariku mengocok ngocok anus Feby “Aduhhhh….duhhhhh Aouuuh”Feby meringis – ringis, Aku kini menggeser tubuhku dan mendekatkan kepala kemaluanku pada lubang anus Feby dengan paksa aku mendobrak lubang anus Feby “Bam jangannnn Aduhh aaggggghh…ampun!”

Feby mengerang sambil memejamkan matanya rapat – rapat ketika kepala kemaluanku membongkar liang Anus Feby, tapi Ehhhhhh… Feby jadi agak anehhh waktu aku tusuk semakin dalam dengan penisku, lidah Feby sedikit menjulur keluar.. dan wajah Feby menjadi semakin sensual. Aku benar-benar bernafsu, aku semakin lama semakin kuat mengeluar masukkan penisku kedalam anusnya, apalagi kini Feby enggak menangis lagi malah ia memandangiku dengan tatapan matanya yang sayu dan juga lidahnya yang secara tidak sengaja menjadi terjulur – julur ketika kusodok sodok dengan kuat liang anusnya.

Tanganku meremas remas buah dadanya feby sambil terus mengocok – ngocok dan tidak berapa lama “Unggghhhh…. Mmm.. Crottt…crott!” Feby terkapar kembali. Aku biarkan Feby beristirahat sebentar kemudian aku mencabut penisku dari dalam anusnya kini aku mengarahkannya pada liang vagina Feby “Ahhh… jangannn Bam …jangan…ampun… ngakkkk mau” Feby kembali menangis dengan tiba tiba. “Udah coba aja dulu… pasti kamu suka koq”Aku menjawab dengan santai sambil menggesek gesekkan kepala kemaluanku pada lubang vagina Feby.

Aku mulai menekan dengan kuat namun kepala kemaluanku malah terpeleset karena daerah vagina Feby terlalu licin tapi aku tidak putus asa aku terus menekan – nekan, setelah mencoba sebanyak 5 kali akhirnya kepala kemaluanku mulai dapat menyelam kedalam jepitan bibir vagina Feby “Bambam jangan… ahhh jangannn enggakk!!!!!!”Feby benar – benar ketakutan dan ia menjerit jerit.

Jeritan Feby malah membuatku semakin mendorongkan penisku sampai terasa ada sesuatu didalam vagina Feby yang menahal lajunya kepala kemaluanku. Hmmmmm…. Aku yakin inilah dinding pusaka milik Feby yang cuma ada satu satunya didunia dan enggak bisa digantikan atau diperbaiki, aku mengambil ancang – ancang dan “Jrebbb… Jrebb”sekuat tenaga aku menghentak-hentakkankan penisku berusaha menjebol dinding pusaka itu dan berhasil! Sementara Feby menangis dengan kencang sampai terisak – isak Aku tetap memompa penisku sambil menciumi Feby. Uhhhh…nikmatnya…dan aku semakin kencang memompa – mompa liang vagina Feby, lama kelamaan tangisan Feby berubah menjadi erangan dan kemudian menjadi desahan desahan dan rintihan. Mata Feby yang masih basah memandangiku yang masih terus memompanya dengan kuat sehingga tubuh Feby tersentak – sentak diatas ranjang, Feby memandangiku dengan tatapan matanya sayu dan kurasakan sinar mata Feby menjadi lembut.

Aku balas memandanginya mata Feby yang terpejam pejam ketika kusentak-sentakkan penisku dengan kuat dan “Serrrrrr…. Crot.. Achhh” Feby menggelepar dalam terkaman nafsu birahiku. Aku menarik keluar penisku dari dalam vagina Feby, Aku melihat ada cairan meleleh keluar ketika aku mencabut penisku dan itu adalah cairan kenikmatan Feby yang tercampur dengan merahnya darah keperawanan Feby. Penisku tampak masih segar bugar dan terasa tegang maka aku kali ini kembali menusukkan kepala penisku pada liang anus Feby, basahnya penisku oleh air mani Feby yang licin mempermudah kepala penisku untuk kembali menyelinap pada liang anus Feby “Unggghh…” Feby mengeluh ketika kusentakkan kepala penisku , aku semakin menekan penisku kedalam dan mengunjungi kembali lubang anus Feby.

Air Mani Feby yang menempel pada penisku seakan akan menjadi pelumas sehingga aku merasakan pergesekan antara lubang anus Feby yang sempit terasa semakin mengasikkan dan akupun semakin cepat memacu penisku maju mundur menggesek liang anus Feby.
“Hhhh… nnnhhhhh… ngggghh”Suara Feby benar benar mengasikkan untuk didengar ketika aku memompa – mompa semakin kuat dan cepat, aku mencengkram pinggul Feby dan terus mempercepat kocokanku, mataku melihat buah dada Feby bergerak dalam irama yang mengasikkan apalagi tubuh Feby kini berkeringat sehingga air keringat membuat kulitnya yang putih dan mulus bagaikan mengkilap , benar – benar pemadangan yang sedap dipandang oleh mata.

Lama kelamaan aku merasakan ada sesuatu yang mendesak ingin keluar tapi aku tetap bertahan aku tidak rela jika hanya keluar sendirian maka sambil terus menyentak – nyentakkan penisku menyodomi Feby aku menggosok – gosok klitoris Feby dengan agak kuat. “Ouch… Nggggg… Mhhhhh”Feby tidak dapat menahan seranganku.

“Sert…cret…crot……”tidak berapa lama aku juga memuntahkan sesuatu yang terasa sangat enak dan nikmatnya dari dalam penisku didalam anus Feby. Aku memeluk kuat kuat tubuh Feby yang masih terengah – engah karena kecapaian. Benar – benar luar biasa kenikmatan yang bisa kunikmati dari tubuh Feby, perlahan – lahan nafas kami berdua berubah menjadi tenang, dengan santai aku mencabut penisku dari dalam liang anus Feby.

Aku tersenyum melihat Feby yang memandangiku dengan tatapan matanya yang tampak kecapaian, aku bangkit dari atas tubuh Feby dan keluar dari dalam kamar Feby, dari dalam kulkas aku mengambil sebotol air dingin dan dengan lahap aku meneguk air dingin yang menyegarkan, setelah beristirahat sebentar aku kembali kekamar Feby, aku melihat Feby yang mengeliat – geliat pertamanya sihhh aku curiga Feby hendak melepaskan diri namun Feby hanya mengeliatkan tubuhnya.

Hmm…mungkinkah Feby merasa pegal karena kuikat? he he hehehe…. Aku mendekati Feby kembali lalu aku menyodorkan botol minuman kedekat mulutnya dan Feby meminum habis tanpa sisa setetespun. Aku kini membaringkan tubuhku disisi Feby tanganku bergerak melepaskan ikatan pada kaki Feby dan Feby mengeliat – geliatkan tubuhnya , aku membantu memijat mijat bagian pinggul Feby yang pasti terasa sangat pegal, terutama pinggul bagian belakang, mataku melirik vagina Feby, rupanya Feby baru menyadari kalau sedari tadi ia mengangkang sehingga mataku dapat menikmati keindahan Vagina Feby yang mengasikkan makanya ia langsung merapatkan kedua paha serapat mungkin dan berusaha menggeser posisi pinggul seakan – akan hendak menyembunyikan wilayah terpenting pada tubuhnya.

Aku merasakan penisku kembali tegang kini tanganku meraba – raba ketiak Feby dan mulai mendekatkan mulutku pada ketiak Feby yang terbuka lebar karena kedua tangan Feby kuikat keatas, aku menjilati ketiak Feby sampai Feby mengeluh dan merintih – rintih kegelian aku berusaha untuk membangkitkan gairah Feby , Duhhhh ketiak Feby harum dan terasa lembut dilidahku, akupun tidak segan – segan lagi menghisap – hisap ketiak Feby dengan agak kasar, sambil menghisap – hisap, tanganku mulai membelai – belai buah dada Feby, kuremas buah dada Feby dengan lembut , Feby semakin sering merintih – rintih, Aku melihat Feby terpejam – pejam dan mulutnya setengah terbuka sehingga menambah cantik wajahnya aku mulai menggeluti tubuh Feby tanganku melingkar memeluk pinggang Feby dan yang satu lagi memeluk punggung Feby.

Aku mendekatkan wajahku pada wajah Feby dan langsung mencium bibirnya yang agak terbuka, aku mengisap dengan lembut namun semakin lama hisapanku semakin kuat dan membara “Hmm…Mmmhh”suara mulut Feby tersumpal mulutku yang sedang asik menghisap dan mengait – ngait lidah Feby, Feby agak meronta dan nafasnya semakin memburu rupanya Feby mulai kehabisan nafas tapi aku malah semakin kuat memeluk tubuh Feby dan semakin kuat menghisap mulutnya aku ingin menghisap dan membersihkan mulut Feby yang sering dipakai untuk memakiku. Lama juga aku bertarung mulut dengan Feby aku akhirnya melepaskan mulutku dari mulut Feby,

“Ahh…Hhh…hhhhhhh”Aku melihat Feby menarik nafasnya panjang – panjang , mata Feby memandangiku dengan tatapannya yang sayu.Aku melepaskan tangannya sebelah kiri dan kemudian yang sebelah kanan, tubuh Feby mengeliat dalam pelukanku , aku memijat mijat bagian pundak Feby yang pasti terasa pegal, Aku merasa senang berhasil menjinakkan Feby yang semula begitu garang melakukan perlawanan, tangannya yang sering dipakai menampar wajahku kini terkulai lemah tanpa tenaga , mulutnya yang sering memakiku kini merintih rintih dan terasa sangat merdu ditelingaku.Aku mulai mempermainkan buah dada Feby yang terasa semakin mengeras dan semakin kenyal, jari tanganku juga semakin sering menarik – narik perlahan puting susu Feby kemudian kulanjutkan aksiku meremas – remas buah dada Feby dengan telapak tanganku berada dibagian bawah buah dadanya yang lembut.

Tanganku kemudian meraba bagian kemaluan Feby dan ternyata Feby sudah basah, aku lalu menggeser posisiku. Aku berlutut diatas ranjang, kedua tanganku menarik kedua kaki Feby dalam posisi mengangkang dan menaruhnya dipundakku sebelah kiri dan sebelah kanan, aku mengeser posisiku sehingga kini kepala kemaluanku berada dihadapan bibir vagina Feby, aku menggesek – gesekkan kepala penisku sampai terasa geli karena licinnya bibir vagina Feby, aku menekan memasukkan kepala penisku dan bibir vagina Feby tanpa banyak komentar langsung menelan kepala penisku , aku memegangi kedua kaki Feby dan menghentakkan penisku kuat kuat “Ahhhhhhhhhhhhhh…. “Feby menjerit kecil ketika aku menyentakkan penisku kedalam vaginanya selanjutnya aku memacu penisku dengan cepat dan kuat.

“Engggggg… Unghhhh Ahh!”tangan Feby menahan perutku dan aku berhenti sambil memandanginya , selanjutnya aku kembali menghajar vagina Feby habis – habisan sampai Feby menjerit – jerit kecil menahan seranganku yang semakin hebat , tangan Feby menggapai – gapai mencari pegangan dan meraih guling sambil memeluk guling itu kuat – kuat, aku terus melakukan serangan serangan dan melesatkan penisku dengan kuat – kuat memanah lubang vagina Feby yang semakin lama semakin terasa mengasikkan untuk dipanah dan “Crottt…. Crrttt….. crrtttt”aku melihat Mata Feby terpejam rapat disertai tubuhnya yang menggelepar merasakan rasa nikmat, aku membiarkan Feby menikmati rasa nikmat itu sampai tuntas, kemudian aku menurunkan kedua kaki Feby , tanganku menarik guling yang sedang dipeluk oleh Feby dan melemparkan guling itu kelantai selanjutnya aku menjatuhkan tubuhku dan memeluk punggung Feby dan menghentak – hentakkan penisku, kaki Feby yang biasanya dipakai untuk menendang tulang keringku kini menjepit tubuhku yang semakin kuat menghentak – hentakkan, kedua tangannya yang tadinya dipakai memeluk guling kini dipakainya untuk memelukku , agak lama aku merasakan pelukan Feby semakin kuat dan kedua kakinya semakin kencang menjepit tubuhku , aku mendengar dengar suara – suara yang merdu keluar dari mulutnya “Engghhh Owwhhh crottttttt…. Crrt”Aku merasakan pelukan Feby yang semula kencang kini melemah, aku terus menghentak – hentak dengan kuat karena aku merasakan sesuatu akan keluar dari penisku dan “Crrt.. Croottt”kini gantian aku yang memeluk kuat – kuat tubuh Feby, nafasku tersengal-sengal bergabung dengan nafas Feby yang juga memburu dengan kencang dan kuat bagaikan sedang habis berlari.

Hari itu aku tertidur sambil menindih tubuh Feby dan rasanya sangat menyenangkan, keesokan harinya aku bangun lebih dahulu dari Feby yang memang pemalas, Aduhhh!!!!! Begitu turun dari ranjang rasanya kedua kakiku lemas, dengkulku terasa akan lepas dari sendirnya, tiba- tiba aku teringat hari ini hari Rabu , biasanya orang tua angkatku pulang, aku langsung bangkit dan memakaikan pakaian tidur untuk Feby yang masih tertidur, setelah beres kini giliranku yang pakai baju….namun aku mendengar suara mobil dari kejauhan dan itu suara mobil orang tua angkatku!!! aku panik dan berlari menuju kamarku dalam keadaan telanjang bulat.

Hari Rabu itu Feby mendadak demam , aku dimarahi karena tidak menjaga Feby dengan baik, aku disuruh menunggu rumah sedangkan orang tua angkatku mengantar Feby ke dokter. Feby diberi izin untuk beristirahat dirumah oleh dokter sedangkan orang tua angkatku dengan penuh perhatian merawat Feby sampai demam Feby sembuh selama tiga hari. Pada hari yang keempat kondisi Feby berangsur membaik tapi ia masih harus istirahat, kedua orang tua angkatku harus segera pergi lagi menyelesaikan urusan bisnisnya dan kembali mempercayakan anak gadisnya padaku.

Dengan girang aku memasuki ke kamar tidurnya, kubuka perlahan-lahan pintu itu. Feby masih tertidur, aku berdiri di pinggir ranjang mengguncang tubuhnya. Ia membuka-matanya perlahan-lahan lalu matanya membelakak kaget, wajahnya ketakutan sambil menggeleng-geleng kepalanya melihat diriku yang berdiri di sampingnya sambil menyeringai jahat. “Tidakkkkkk!!!!” jeritnya.Cerita Panas
Read more